22 Februari 2008

Ingin Jantung Sehat? Kurangi Garam

Tahukah Anda, konsumsi garam dalam taraf wajar dan tak berlebihan bukan hanya bisa mengurangi tekanan darah, tapi juga mengurangi resiko penyakit jantung secara keseluruhan. Dalam laporan media yang dilansir dari BBC, Jumat (20/04), menyebutkan mereka yang berada di ambang tekanan darah tinggi dan mengurangi asupan sodium sebesar 25 sampai 35 persen ternyata mampu mengurangi resiko penyakit jantung secara menyeluruh sampai 25 persen. Dan penurunan resiko ini berlangsung selama 10 sampai 15 tahun.

Dr. Nancy Cook dan rekan dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School di Boston meneliti lebih dari 3 ribu relawan yang tergabung dalam sebuah studi tentang makanan berkadar garam rendah dan dampaknya pada tekanan darah tinggi. Dalam laporannya di British Medical Journal, relawan yang diberikan makanan berkadar garam rendah memiliki resiko lebih kecil terhadap segala jenis penyakit jantung bahkan 10 sampai 15 tahun kemudian. Mereka juga menghadapi kemungkinan 20 persen lebih rendah dari kematian dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi makanan normal.
"Studi kami membuktikan bahwa pengurangan sodium bisa mencegah penyakit jantung dan dapat menghilangkan setiap residu yang berhubungan bahwa pengurangan sodium dapat berbahaya," jelas Nancy. National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI), yang mendanai studi itu, menyarankan pengurangan konsumsi sodium, karena asupan garam jelas berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Saat ini tercatat lebih dari 65 juta orang dewasa di AS, satu dari tiga, tak dapat menghindari dari tekanan darah tinggi, di atas 140/90, kata NHLBI. Sebanyak 59 juta orang lagi memiliki resiko terserang darah tinggi --yang dimasukkan ke dalam tekanan darah 120/80 atau lebih.
Rata-rata makanan di AS dan Inggris mengandung lebih dari 2,300Mg sodium yang direkomendasikan setiap hari oleh NHLBI dan kelompok ahli. Tim jurumasak mengatakan garam mungkin berdampak pada saluran darah dan kesehatan jantung dengan cara melalui tekanan darah. Karena sodium membuat pembuluh darah tak mampu mengembang dan berkontraksi dan memperkeras sel jantung. Pengurangan asupan sodium untuk mencegah resiko sakit jantung juga diamini Professor Graham MacGregor, konsultan kesehatan cardiovascular di Rumah Sakit St George, London dan kepala Consensus Action Group on Salt. MacGregor berharap pada 2010 setiap orang bisa mengkonsumsi garam tidak lebih dari enam gram perharinya.
Berikut batas asupan garam/sodium berdasarkan usia:
- 1 to 3 years - 2 g salt a day (0.8g sodium)
- 4 to 6 years - 3g salt a day (1.2g sodium)
- 7 to 10 years - 5g salt a day (2g sodium)
- 11 and over - 6g salt a day (2.5g sodium)
petikan: Food Standards Agency (bbc/rit)

sumber : kapanlagi.com

Awas, Rokok Bisa Rusak Sperma!


Punya teman atau pacar yang ga bisa lepas dari rokok? Ga tahu lagi bagaimana cara menghentikan kebiasaan buruk mereka? Bagaimana jika Anda mulai mengatakan pada mereka bahwa rokok bisa menurunkan kualitas sperma bahkan merusak sperma. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Kanada menyebutkan satu lagi alasan untuk tidak merokok, karena rokok terbukti bisa merusak sperma dan mewariskan kerusakan genetik dari seorang ayah ke anaknya. Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (03/06), studi yang dilakukan pada tikus ini menunjukkan bahwa rokok menyebabkan perubahan DNA pada sel sperma, di mana mutasi seperti itu diketahui bersifat permanen.

"Jika diwariskan, mutasi ini menunjukkan perubahan yang tidak dapat dikembalikan seperti semula dari komposisi genetiknya," jelas Carole Yauk dari Divisi Penanganan Racun dan Kesehatan Lingkungan Kanada, yang memimpin penelitian."Sebelumnya telah diketahui bahwa ibu hamil yang merokok bisa mencederai janin yang dikandungnya, dan di sini kami menunjukkan fakta bahwa seorang ayah pun secara potensial bisa merusak calon penerusnya bahkan sebelum bertemu pasangannya," tambah Yauk yang menulis hasil penelitiannya di Jurnal Penelitian Kanker.
Yauk dan rekannya meneliti sel yang memproduksi sperma tikus yang secara kontinyu dipapar dengan asap rokok selama enam atau 12 minggu, dan seluruh mamalia terus melanjutkan memproduksi sperma. Hasilnya, mereka menemukan bahwa terjadi mutasi sebanyak 1,7 kali pada sel DNA tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan pada tikus yang tidak terpapar asap rokok setelah 12 minggu, dan 1,4 kali mutasi setelah enam minggu.
"Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kerusakan tergantung pada lamanya durasi terpapar asap rokok, jadi semakin lama Anda merokok maka akumulasi mutasi akan makin besar dan makin besar potensi dampaknya pada sel sperma Anda," terang Yauk. Dalam sebuah penelitian lain juga menyebutkan hampir sebagian besar pria yang menjalani program bayi tabung adalah perokok. Lebih dari itu, studi juga mencatat bahwa suami perokok memiliki kemampuan lebih rendah untuk menghamili isterinya daripada suami yang tak merokok. Nah, bagaimana dengan Anda? Masikah menjadikan rokok salah satu bagian dari gaya hidup Anda, atau sudah mulai berpikir untuk berhenti merokok? Jika Anda sayang kesehatan, ayo berhenti merokok!

sumber : kapanlagi.com

19 Februari 2008

Kaki Gajah Di Luwu Timur

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur (Lutim) per 31 Desember 2007 menunjukkan sebanyak 65 warga di daerah ini yang tersebar di 11 kecamatan terjangkit penyakit kaki gajah atau Filariasis. Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan cacing jenis filarial.
Kepala Dinas Kesehatan Lutim, Nataniel Rampo, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di kantor Bupati Lutim, Rabu (23/1). "Terbanyak penderita penyakit kaki gajah di Kecamatan Mangkutana dan Kecamatan Tomoni," katanya.
Jika dibandingkan tahun 2006 lalu, jumlah penderita filariasis di Lutim mengalami peningkatan dari 57 orang menjadi 65 orang pada tahun 2007. Hingga saat ini, dinas kesehatan belum memiliki data penderita filariasis untuk tahun 2008.
Filariasis disebabkan oleh Cacing Filaria yang menyerupai benang yang hidup di dalam tubuh. Cacing ini dapat bertahan hidup selama empat sampai enam tahun dalam kelenjar getah bening, bagian tubuh yang melindungi tubuh dari penyakit.


Gejala awal filariasis penderita mengalami demam tinggi selama dua hingga tiga hari dan bagian tubuh yang terserang terlihat memar. Filariasis menular melalui gigitan nyamuk. Jika hal tersebut tidak segera diantisipasi dengan mengkonsumsi obat maka bagian tubuh penderita akan membengkak.
Cacing filarial sendiri terdiri dari tiga jenis, Wuchereria Bancrofti, Brugia Malayi, dan Brugia Timori. Bagian tubuh yang kerap terserang filariasis yaitu, kaki, tangan, alat kelamin, dan payudara.
"Biasanya bagian tubuh yang terserang filariasis akan membengkak setelah lima hingga 10 tahun penderita terjangkit virus filariasis," kata Kepala Puskesmas Mangkutana, Hajrah, saat ditemui di Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana.
Puluhan Tahun
Sikun (80), warga Desa Wonorejo menuturkan, dirinya mulai terjangkit penyakit filariasis sejak tahun 1964 dengan gejala awal demam tinggi. Tahun 1978, kaki kanannya mulai mengalami pembengkakan dan kian tahun semakin membesar.
"Jika mengalami demam dan menggigil, air yang baru diturunkan dari tungku yang baru saja mendidih kadang saya langsung minum dan tidak terasa panas," kata pria asal Jawa Timur yang telah puluhan tahun berada di Mangkutana ini.
Kepala Desa Wonorejo, Djumadi menyatakan, penyakit kaki gajah menyerang warga sejak puluhan tahun lalu. Bahkan Djumadi menyebut penyakit kaki gajah sebagai peninggalan Belanda. "Dulu banyak di sini yang terkena kaki gajah tetapi sebagian telah meninggal," katanya.

Pengobatan Massal
SEBAGAI upaya pencegahan semakin mewabahnya filariasis di Luwu Timur, pemerintah setempat menyatakan telah melakukan beberapa langkah pencegahan di antaranya, pengobatan massal secara gratis yang dilakukan setiap bulan Januari.
"Tahun 2007 lalu, pemerintah mengalokasikan dana Rp 422,7 juta lebih untuk program pencegahan dan pengobatan filariasis di Lutim," kata Kadis Kesehatan Lutim, Nataniel Rampo.
Beberapa kebijakan yang telah dilakukan antara lain, survei lapangan, survei darah jari di tiga kecamatan, Mangkutana, Tomoni, dan Wotu, pendataan kelompok sasaran, pelatihan bagi dokter dan pengelola program kaki gajah, sosialisasi, dan pelatihan tenaga pelaksana eliminasi atau kader.
Menurut Kepala Puskesmas Mangkutana, dr Hajrah, penyakit kaki gajah sangat mudah berkembang di daerah rawah, hutan, dan lingkungan yang kurang bersih karena memungkinkan nyamuk berkembang biak dengan cepat.
"Sebaiknya tidur menggunakan kelambu atau sebelum tidur nyalakannya obat anti nyamuk karena filariasis dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk muai dati nyamuk got, sawah, rawa, dan nyamuk hutan," katanya. Adapun penularan filariasis dengan cara perpindahan virus yang dimediasi oleh nyamuk.

sumber: www.tribun-timur.com

Listrik Padam 28 Jam


Padamnya listrik di daerah Sorowako dan sekitarnya membuat beberapa aktifitas lumpuh total sekitar 28 jam. Kejadiaan ini mengingatkan 2 tahun silam, yang mana juga terjadi kasus serupa, untungnya padamnya listrik tidak terpengaruh oleh aliran air bersih di sorowako. Pembangkit listrik yang dibangun oleh perusahan PT. INCO mengalami masalah pada tanggal 17 Februari hingga 18 Februari 2008. Sampe saat ini redaksi belum mengetahui apa penyebabnya.