Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

08 Oktober 2010

Dioxin pada Pembalut Wanita


Yakinkah Anda bahwa pembalut wanita telah aman dipakai? Ternyata dari sekian banyak pembalut yang beredar, hampir seluruhnya tidak aman dan mengandung racun.
Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim NO.1 di dunia. Dari sekitar 62%, salah satu penyebabnya adalah penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas.

Di RSCM, ada lebih dari 400 pasien kanker leher rahim baru setiap tahunnya. Ini baru dari satu rumah sakit. Kematian akibat kanker serviks sekitar 66%. Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjut. Ini terjadi karena tingkat kesadaran deteksi dini masih rendah. Luar biasa, bahwa setiap satu jam ada penambahan penderita kanker mulut rahim di Indonesia.Memakai Pembalut Beracun

Daerah kewanitaan selama ini ternyata secara tidak sengaja telah kita racuni. Jangan terkejut bahwa pembalut yang biasa kita pakai ternyata terbuat dari kertas /sampah daur ulang dan itu mengandung Dioxin.

Di Amerika Serikat, Konggres (DPR) sudah membuat undang-undang pelarangan pemakaian pemutih pada pembalut dan pemakaian bahan daur ulang. Di beberapa negara maju pembalut semacam ini juga sudah dilarang beredar.

Di Indonesia kita tidak diinformasikan tentang bahaya tersebut, dan industri pembalut tetap menjual produk mereka dengan harga yang sangat murah dan berkwalitas rendah karena tidak memakai bahan kapas melainkan berbahan dasar sampah kertas daur ulang dan pemutih.

Pembalut wanita merupakan benda yang sangat vital bagi kaum hawa bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok ketika seorang wanita sedang menstruasi. Tanpa disadari, ternyata justru menjadi salah satu penyebab penyakit kewanitaan dengan ditemukannya zat Dioxin pada benda sahabat wanita itu. Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO Dioxin adalah salah penyebab penyakit kanker.

Bagaimana Dioxin Menyebabkan Kanker

Dioxon adalah salah satu bahan dalam proses bleaching (pemutihan) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diapers. Bagaima Dioxin tersebut bisa meresap ke dalam rahim? Coba simak keterangan di bawah ini.

Bila darah haid (biasanya panas) jatuh ke permukaan pembalut, maka zat dioxin dilepaskan melalui proses penguapan. Uap ini akan mengenai permukaan vagina, kemudian diserap ke dalam rahim melalui saluran serviks, lalu masuk ke uterus, melalui tuba fallopii dan berakhir di ovarium. Dalam proses ini muncullah beberapa kemungkinan: gatal-gatal, kanker mulut rahim, myoma uteri, kista ovarium, dan gangguan lainnya.

Coba Diuji

Untuk menguji apakah pembalut wanita tersebut terbuat dari pulp/kertas daur ulang, lakukan sebagai berikut:

1. Beli sampel di lapangan (merek apapun)
2. Siapkan segelas air minum bersih
3. Sobek produk pembalut itu, lalu ambil bagian inti dalamnya.
4. Celupkan lembaran inti pembalut Anda dan ke dalam air, lalu aduk dengan sumpit.
5. Lihat perubahan warna air.

Bila dalam proses pembuatannya higienis dan bersih, air akan tetap jernih. Kemudian bila ternyata hancur dan airnya keruh, berarti Anda telah menggunakan produk yang tidak berkualitas, dan itu banyak mengandung pemutih (yang di dalamnya banyak mengandung Dioxin).


sumber: http://kartini-jurnalis.blogspot.com/2010/02/dioxin-pada-pembalut-wanita.html

04 Agustus 2008

Hindari Lembur, Bisa Menyebabkan Kena Kanker

Hentikan Lemburan kerja. Anda boleh protes, karena lemburan biasanya “honornya” lumayan buat kantor yang bener. Makin sering lembur, makin sering dapat tambaha yang lumayan, katanya. Tapi sekarang pertimbangkan baik-baik. Semakin sering Anda lembur, semakin besar kemungkinan Anda kena kanker. Kalau kena, apa nggak habis tuh buat biaya berobat.

Kanker mengintai para pekerja malam. Mengapa demikian? Karena berdasarkan hasil penelitian, orang yang bekerja pada malam hari lebih rentan terserang kanker. Oleh karenanya, jika Anda termasuk orang seperti itu, maka Anda patut waspada.

Jika anda termasuk pekerja yang harus menjalani shift malam, atau menghabiskan seluruh waktu Anda untuk lembur semalaman, sekarang waktunya Anda mulai waspada agar terhindar dari kanker. Pasalnya sebuah riset terbaru yang dirilis akhir November lalu menyebutkan bekerja shift malam memberikan peluang pada tubuh untuk memproduksi karsinogen (zat penyebab kanker).

Bekerja malam tak hanya mengacaukan ritme sirkadian (jam biologis tubuh). Studi yang dilakukan International Agency for Research on Cancer (IARC), divisi kanker dari WHO, menegaskan, terjaga di malam hari memicu sel kanker payudara bagi perempuan dan kanker prostat bagi pria. Karena kerja shift malam menjadi faktor karsionen.

Para peneliti menduga, kerja malam ini mengganggu ritme sirkadian. Selain itu, hormon melatonin yang berperan menghambat pertumbuhan tumor, normalnya diproduksi saat malam. Sehingga kurang tidur membuat sistem kekebalan tubuh mudah diserang sel kanker dan tidak memiliki kekuatan untuk menyerang balik.

“Indikasi tersebut positif,” ujar Vincent Cogliano, salah satu anggota IARC bagian unit pengklasifikasian bahan karsionogen. Cogliano juga mengatakan, terjadi kenaikan angka penderita kanker pada para pekerja malam, meski pihaknya belum memperhitungkan kemungkinan adanya faktor lain.

Jika memang bekerja shift malam atau rutinitas ronda malam memang benar-benar berbahaya, pasti jutaan orang di dunia akan terkena imbasnya. Para ahli memperkirakan, hampir 20 persen dari populasi pekerja di negara berkembang adalah pekerja malam.

Sebelumnya, studi tentang kerja di malam hari ini pernah dilakukan pada 2001, sebuah tim dari Fred Hutchison Cancer Research Center di Seattle, menemukan, 60 persen wanita yang bekerja malam hari mengalami risiko kanker payudara lebih besar.

Beberapa tes yang dilakukan pada tikus juga mengalami perubahan ritme sirkadian bisa mengacu pertumbuhan sel tumor.

Sementara studi yang lain menyatakan, pemadam kebakaran yang menghirup asap, bahan kimia, debu, dan harus bekerja shift malam, memiliki risiko tinggi mengidap kanker dan serangan jantung.

Kerja shift juga berhubungan dengan respons tubuh terhadap cahaya. Richard Stevens, guru besar pakar Epidemiologi Kanker dari University of Connecticut Health Center juga mendukung keseimbangan terang dan gelap sangat diperlukan. Bahkan, sebagian pengusaha mengadakan riset warna lampu, hasilnya, warna merah, yang kurang nyaman digunakan saat bekerja, justru paling tak berpengaruh pada produksi hormon melatonin, yang diproduksi saat malam.

Di sini bisa dipahami, mereka yang bekerja malam hari menjalani pola hidup yang “terganggu”, karena sistem penerangan saat bekerja di malam hari juga menjadi penyebab kanker. Karena cahaya lampu mampu mengeluarkan melatonin yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.Untuk mencegah terjadi kanker pada waktu lembur sebaiknya mengkomsumsi Liquid Cholorophyll yang di Produksi oleh K-Link, untuk mendapatkannya Hub: 081355241090

sumber

13 Juni 2008

Wow, Ini Dia Sel Telur Manusia!


Untuk pertama kalinya dalam sejarah para ahli di Belgia belum lama ini berhasil merekam dengan sangat jelas proses awal pada reproduksi manusia, yakni keluarnya sel telur dari ovarium seorang wanita.

Adalah ginekolog Dr Jacques Donnez dari Universitas Katolik Louvain (UCL) di Brussels yang berhasil merekam proses pelepasan oosit dari ovarium ketika ia sedang melakukan operasi histerektomi atau pengangkatan kandungan (rahim, uterus) seorang wanita. Gambar-gambar yang menakjubkan ini juga dipublikasikan dalam majalah New Scientist.


Secara alami, wanita normal mengeluarkan satu hingga beberapa sel telur setiap bulan ketika memasuki masa-masa subur. Namun begitu, sejauh ini belum ada ahli yang mampu merekam secara jelas dan detail momen-momen keluarnya sel telur manusi dari organ wanita.

Sel telur dihasilkan oleh folikel-folikel, kantung-kantung berisi cairan, di bagian dalam ovarium yang pada masa ovulasi akan mengeluarkan benjolan (protrusi) kecil berwarna kemerahan yang terlihat dalam gambar.

Telur-telur akan muncul pada ujung benjolan tersebut dengan bentuk sel-sel yang mirip jeli. Setelah keluar dan lepas dari benjolan tersebut, sel-sel kemudian akan berkelana menuju tuba falopi di mana nantinya akan dibuahi oleh sel sperma dari seorang pria.

Sel telur dalam gambar tersebut adalah milik seorang perempuan berusia 45 tahun asal Belgia. Donnez mengatakan, beberapa teori mengindikasikan bahwa pelepasan sel telur dalam ovarium bersifat "eksplosif", namun apa yang direkamnya ini berlangsung sekitar 15 menit.

sumber

09 Juni 2008

ASI Eksklusif Penangkal Gizi Buruk pada Bayi

Ketua Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara (USU), Drs Jumirah Apt M Kes, di Medan, Sabtu, mengatakan, dewasa ini masih banyak ibu yang tidak menyadari bahwa ASI merupakan salah satu penangkal gizi buruk karena memiliki protein tinggi, steril, dan merupakan anti bodi terbaik bagi bayi.

Ia mengatakan, gizi buruk merupakan permasalahan komplek yang disebabkan banyak faktor diantaranya perilaku ibu, penyakit dan kurangnya asupan makanan yang bergizi.

Fenomena saat ini adalah banyaknya perilaku ibu yang memberikan susu formula pada bayinya. Padahal salah satu penyebab gizi buruk adalah banyaknya ibu yang tidak memberikan ASI pada bayinya.


Ini disebabkan banyaknya ibu yang tidak faham bahwa ASI adalah makanan yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Umar Zein, mengatakan, terjadinya kasus gizi buruk pada balita disebabkan banyak faktor.

Beberapa diantaranya disebabkan menurunnya daya beli masyarakat terhadap makanan bergizi, penyakit yang diderita sehingga tubuh tidak bisa menyerap gizi dari makanan yang dikonsumsi dan minimnya pengetahuan orang tua terhadap makanan bergizi.

"Demi menekan kasus gizi buruk di Medan, kami akan terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat serta makanan bergizi," katanya.(*)

sumber

22 Februari 2008

Kerja Shift Malam Rentan Terkena Kanker

Apakah Anda termasuk pekerja yang harus menjalani shift malam? Atau menghabiskan seluruh waktu Anda untuk lembur sampai semalaman? Jika iya, kini waktunya Anda mulai waspada untuk terhindar dari kanker. Pasalnya sebuah riset terbaru yang dirilis akhir November lalu menyebutkan bekerja shift malam memberikan peluang pada tubuh untuk memproduksi karsinogen (zat penyebab kanker).
Bekerja malam tak hanya mengacaukan ritme sirkadian (jam biologis tubuh). Studi yang dilakukan International Agency for Research on Cancer (IARC), divisi kanker dari WHO, menegaskan terjaga di malam hari memicu sel kanker payudara bagi perempuan dan kanker prostat bagi pria. Karena kerja shift malam menjadi faktor karsionen.


Para peneliti menduga kerja malam ini menganggu ritme sirkadian. Selain itu hormon melatonin yang berperan menghambat pertumbuhan tumor, normalnya diproduksi saat malam. Sehingga kurang tidur membuat sistem kekebalan tubuh mudah diserang sel kanker dan tidak memiliki kekuatan untuk menyerang balik.
"Indikasi tersebut positif," ujar Vincent Cogliano, salah satu anggota IARC bagian unit pengklasifikasian bahan karsionogen. Cogliano juga mengatakan terjadi kenaikan angka penderita kanker pada para pekerja malam, meski pihaknya belum memperhitungkan kemungkinan adanya faktor lain.
Jika memang bekerja shift malam atau rutinitas ronda malam memang benar-benar berbahaya, pasti jutaan orang di dunia akan terkena imbasnya. Para ahli memperkirakan hampir 20 persen dari populasi pekerja di negara berkembang adalah pekerja malam.
Sebelumnya studi tentang kerja di malam hari ini pernah dilakukan pada 2001, sebuah tim dari Fred Hutchison Cancer Research Center di Seattle menemukan 60 persen wanita yang bekerja malam hari mengalami resiko kanker payudara lebih besar.
Beberapa tes yang dilakukan pada tikus juga mengalami perubahan ritme sirkadian bisa mengacu pertumbuhan sel tumor.
Sementara studi yang lain menyatakan pemadam kebakaran yang menghirup asap, bahan kimia, debu dan juga harus bekerja shift malam, memiliki resiko tinggi mengidap kanker dan serangan jantung.
Kerja shift juga berhubungan dengan respon tubuh terhadap cahaya. Richard Stevens, guru besar pakar Epidemiologi Kanker dari University of Connecticut health center juga mendukung keseimbangan terang dan gelap sangat diperlukan. Bahkan sebagian pengusaha mengadakan riset warna lampu, hasilnya, warna merah, yang kurang nyaman digunakan saat bekerja, justru paling tak berpengaruh pada produksi hormon melatonin, yang diproduksi saat malam.
Di sini bisa dipahami, mereka yang bekerja malam hari menjalani pola hidup yang 'terganggu', karena sistem penerangan saat bekerja di malam hari juga menjadi penyebab kanker. Karena cahaya lampu mampu mengeluarkan melatonin yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.
Nah, bagaimana dengan Anda, meski ini masih sekedar teori, mungkin ada baiknya mulai berpikir mengurangi kebiasaan bekerja di malam hari. Untuk mencegah terjadi kanker pada waktu shift malam sebaiknya mengkomsumsi Propolis Platinum yang di Produksi oleh K-Link, untuk mendapatkannya Hub: 081355241090

sumber : kapanlagi.com

Ingin Jantung Sehat? Kurangi Garam

Tahukah Anda, konsumsi garam dalam taraf wajar dan tak berlebihan bukan hanya bisa mengurangi tekanan darah, tapi juga mengurangi resiko penyakit jantung secara keseluruhan. Dalam laporan media yang dilansir dari BBC, Jumat (20/04), menyebutkan mereka yang berada di ambang tekanan darah tinggi dan mengurangi asupan sodium sebesar 25 sampai 35 persen ternyata mampu mengurangi resiko penyakit jantung secara menyeluruh sampai 25 persen. Dan penurunan resiko ini berlangsung selama 10 sampai 15 tahun.

Dr. Nancy Cook dan rekan dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School di Boston meneliti lebih dari 3 ribu relawan yang tergabung dalam sebuah studi tentang makanan berkadar garam rendah dan dampaknya pada tekanan darah tinggi. Dalam laporannya di British Medical Journal, relawan yang diberikan makanan berkadar garam rendah memiliki resiko lebih kecil terhadap segala jenis penyakit jantung bahkan 10 sampai 15 tahun kemudian. Mereka juga menghadapi kemungkinan 20 persen lebih rendah dari kematian dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi makanan normal.
"Studi kami membuktikan bahwa pengurangan sodium bisa mencegah penyakit jantung dan dapat menghilangkan setiap residu yang berhubungan bahwa pengurangan sodium dapat berbahaya," jelas Nancy. National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI), yang mendanai studi itu, menyarankan pengurangan konsumsi sodium, karena asupan garam jelas berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Saat ini tercatat lebih dari 65 juta orang dewasa di AS, satu dari tiga, tak dapat menghindari dari tekanan darah tinggi, di atas 140/90, kata NHLBI. Sebanyak 59 juta orang lagi memiliki resiko terserang darah tinggi --yang dimasukkan ke dalam tekanan darah 120/80 atau lebih.
Rata-rata makanan di AS dan Inggris mengandung lebih dari 2,300Mg sodium yang direkomendasikan setiap hari oleh NHLBI dan kelompok ahli. Tim jurumasak mengatakan garam mungkin berdampak pada saluran darah dan kesehatan jantung dengan cara melalui tekanan darah. Karena sodium membuat pembuluh darah tak mampu mengembang dan berkontraksi dan memperkeras sel jantung. Pengurangan asupan sodium untuk mencegah resiko sakit jantung juga diamini Professor Graham MacGregor, konsultan kesehatan cardiovascular di Rumah Sakit St George, London dan kepala Consensus Action Group on Salt. MacGregor berharap pada 2010 setiap orang bisa mengkonsumsi garam tidak lebih dari enam gram perharinya.
Berikut batas asupan garam/sodium berdasarkan usia:
- 1 to 3 years - 2 g salt a day (0.8g sodium)
- 4 to 6 years - 3g salt a day (1.2g sodium)
- 7 to 10 years - 5g salt a day (2g sodium)
- 11 and over - 6g salt a day (2.5g sodium)
petikan: Food Standards Agency (bbc/rit)

sumber : kapanlagi.com

Awas, Rokok Bisa Rusak Sperma!


Punya teman atau pacar yang ga bisa lepas dari rokok? Ga tahu lagi bagaimana cara menghentikan kebiasaan buruk mereka? Bagaimana jika Anda mulai mengatakan pada mereka bahwa rokok bisa menurunkan kualitas sperma bahkan merusak sperma. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Kanada menyebutkan satu lagi alasan untuk tidak merokok, karena rokok terbukti bisa merusak sperma dan mewariskan kerusakan genetik dari seorang ayah ke anaknya. Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (03/06), studi yang dilakukan pada tikus ini menunjukkan bahwa rokok menyebabkan perubahan DNA pada sel sperma, di mana mutasi seperti itu diketahui bersifat permanen.

"Jika diwariskan, mutasi ini menunjukkan perubahan yang tidak dapat dikembalikan seperti semula dari komposisi genetiknya," jelas Carole Yauk dari Divisi Penanganan Racun dan Kesehatan Lingkungan Kanada, yang memimpin penelitian."Sebelumnya telah diketahui bahwa ibu hamil yang merokok bisa mencederai janin yang dikandungnya, dan di sini kami menunjukkan fakta bahwa seorang ayah pun secara potensial bisa merusak calon penerusnya bahkan sebelum bertemu pasangannya," tambah Yauk yang menulis hasil penelitiannya di Jurnal Penelitian Kanker.
Yauk dan rekannya meneliti sel yang memproduksi sperma tikus yang secara kontinyu dipapar dengan asap rokok selama enam atau 12 minggu, dan seluruh mamalia terus melanjutkan memproduksi sperma. Hasilnya, mereka menemukan bahwa terjadi mutasi sebanyak 1,7 kali pada sel DNA tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan pada tikus yang tidak terpapar asap rokok setelah 12 minggu, dan 1,4 kali mutasi setelah enam minggu.
"Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kerusakan tergantung pada lamanya durasi terpapar asap rokok, jadi semakin lama Anda merokok maka akumulasi mutasi akan makin besar dan makin besar potensi dampaknya pada sel sperma Anda," terang Yauk. Dalam sebuah penelitian lain juga menyebutkan hampir sebagian besar pria yang menjalani program bayi tabung adalah perokok. Lebih dari itu, studi juga mencatat bahwa suami perokok memiliki kemampuan lebih rendah untuk menghamili isterinya daripada suami yang tak merokok. Nah, bagaimana dengan Anda? Masikah menjadikan rokok salah satu bagian dari gaya hidup Anda, atau sudah mulai berpikir untuk berhenti merokok? Jika Anda sayang kesehatan, ayo berhenti merokok!

sumber : kapanlagi.com

19 Februari 2008

Kaki Gajah Di Luwu Timur

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur (Lutim) per 31 Desember 2007 menunjukkan sebanyak 65 warga di daerah ini yang tersebar di 11 kecamatan terjangkit penyakit kaki gajah atau Filariasis. Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan cacing jenis filarial.
Kepala Dinas Kesehatan Lutim, Nataniel Rampo, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di kantor Bupati Lutim, Rabu (23/1). "Terbanyak penderita penyakit kaki gajah di Kecamatan Mangkutana dan Kecamatan Tomoni," katanya.
Jika dibandingkan tahun 2006 lalu, jumlah penderita filariasis di Lutim mengalami peningkatan dari 57 orang menjadi 65 orang pada tahun 2007. Hingga saat ini, dinas kesehatan belum memiliki data penderita filariasis untuk tahun 2008.
Filariasis disebabkan oleh Cacing Filaria yang menyerupai benang yang hidup di dalam tubuh. Cacing ini dapat bertahan hidup selama empat sampai enam tahun dalam kelenjar getah bening, bagian tubuh yang melindungi tubuh dari penyakit.


Gejala awal filariasis penderita mengalami demam tinggi selama dua hingga tiga hari dan bagian tubuh yang terserang terlihat memar. Filariasis menular melalui gigitan nyamuk. Jika hal tersebut tidak segera diantisipasi dengan mengkonsumsi obat maka bagian tubuh penderita akan membengkak.
Cacing filarial sendiri terdiri dari tiga jenis, Wuchereria Bancrofti, Brugia Malayi, dan Brugia Timori. Bagian tubuh yang kerap terserang filariasis yaitu, kaki, tangan, alat kelamin, dan payudara.
"Biasanya bagian tubuh yang terserang filariasis akan membengkak setelah lima hingga 10 tahun penderita terjangkit virus filariasis," kata Kepala Puskesmas Mangkutana, Hajrah, saat ditemui di Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana.
Puluhan Tahun
Sikun (80), warga Desa Wonorejo menuturkan, dirinya mulai terjangkit penyakit filariasis sejak tahun 1964 dengan gejala awal demam tinggi. Tahun 1978, kaki kanannya mulai mengalami pembengkakan dan kian tahun semakin membesar.
"Jika mengalami demam dan menggigil, air yang baru diturunkan dari tungku yang baru saja mendidih kadang saya langsung minum dan tidak terasa panas," kata pria asal Jawa Timur yang telah puluhan tahun berada di Mangkutana ini.
Kepala Desa Wonorejo, Djumadi menyatakan, penyakit kaki gajah menyerang warga sejak puluhan tahun lalu. Bahkan Djumadi menyebut penyakit kaki gajah sebagai peninggalan Belanda. "Dulu banyak di sini yang terkena kaki gajah tetapi sebagian telah meninggal," katanya.

Pengobatan Massal
SEBAGAI upaya pencegahan semakin mewabahnya filariasis di Luwu Timur, pemerintah setempat menyatakan telah melakukan beberapa langkah pencegahan di antaranya, pengobatan massal secara gratis yang dilakukan setiap bulan Januari.
"Tahun 2007 lalu, pemerintah mengalokasikan dana Rp 422,7 juta lebih untuk program pencegahan dan pengobatan filariasis di Lutim," kata Kadis Kesehatan Lutim, Nataniel Rampo.
Beberapa kebijakan yang telah dilakukan antara lain, survei lapangan, survei darah jari di tiga kecamatan, Mangkutana, Tomoni, dan Wotu, pendataan kelompok sasaran, pelatihan bagi dokter dan pengelola program kaki gajah, sosialisasi, dan pelatihan tenaga pelaksana eliminasi atau kader.
Menurut Kepala Puskesmas Mangkutana, dr Hajrah, penyakit kaki gajah sangat mudah berkembang di daerah rawah, hutan, dan lingkungan yang kurang bersih karena memungkinkan nyamuk berkembang biak dengan cepat.
"Sebaiknya tidur menggunakan kelambu atau sebelum tidur nyalakannya obat anti nyamuk karena filariasis dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk muai dati nyamuk got, sawah, rawa, dan nyamuk hutan," katanya. Adapun penularan filariasis dengan cara perpindahan virus yang dimediasi oleh nyamuk.

sumber: www.tribun-timur.com

16 Desember 2007

Klorofil

Sesungguhnya, kandungan gizi terbaik pada sayuran terdapat dalam apa yang kita kenal dengan pigmen hijau / zat hijau daun atau dalam istilah latin disebut dengan korofil atau Chlorophyll. Klorofil adalah inti daun / sayuran. Hingga pasokan nutrisi yang masuk kedalam tubuh manusia lewat sayuran sebenarnya tersuplai oleh klorofil yang terdapat dalam sayuran tersebut. "Hal yang terpenting dalam memulihkan kembali kesehatan adalah dengan mengambil asupan klorofil (chlorophyll) dalam jumlah seimbang dan terus-menerus setiap hari", demikian kesimpulan yang dibuat oleh Dr. Ann Wigmore (Rebuild Your Healt, 1991). "Klorofil mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan tubuh manusia, sehingga tubuh bisa dibersihkan dan diperbaiki untuk membangun tubuh yang sehat", tambahnya.

Klorofil bermanfaat sebagai desinfektan dan antibiotik dalam perang dunia, sebelum morfin ditemukan. Sampai hari inipun masih digunakan untuk program pembersihan kotoran. Klorofil membersihkan jaringan-jaringan tubuh yang sakit dan membuang keluar dari tubuh, beserta bakteri dan parasit yang ada dalam jaringan yang sakit terbut. Klorofil mengeluarkan racun-racun kimia sintesis macam borak dan formalin. Kerjanya seperti memandikan bagian dalam tubuh kita. Molekul klorofil mempunyai ekor hydrophobic yang masuk ke dalam hidrokarbon dinding-dinding sel tubuh dan menarik keluar dari dinding sel tesebut, seperti sabun melepaskan minyak dari tangan kita. Golongan hidrokarbon adalah pestisida, narkotika, perasa makanan dan lain-lain yang dibuat di laboratorium dari bahan minyak bumi. Hati kita berfungsi membongkar sistesis kimia tesebut dan mengeluarkannya dari dalam aliran darah kita. Karena itu Klorofil membantu kerja hati kita, sehingga hati kita tak kerja terlalu berat.

Energi terbentuk dari rantai oksigen dan glukosa (polisakarida) yang ada dalam daun hijau yang segar. Daun layu (terutama akibat pengolahan/pemasakan) akan mengandung lebih banyak karbon monoksida ketimbang oksigen. Energi terbentuk dari tambahan sel-sel darah merah untuk membawa lebih banyak oksigen ke dalam sel-sel tubuh kita. Klorofil adaah pembuat sel-sel darah merah tercepat. Jumlah sel darah terhitung akan meningkat dalam jangka waktu singkat dengan mengkonsumsi klorofil. Hemoglobin adalah molekol dalam sel darah yang mengangkut oksigen, dimana struktur kimanya hampir mirip dengan klorofil. Hal inilah yang menyebabkan klorofil mudah dikonversi oleh enzim-enzim dalam tubuh menjadi hemoglobin.

Riset tentang Klorofil memang telah membawa angin segar dalam dunia kesehatan manusia dewasa ini. Klorofil terbukti mampu mendetoksifikasi racun yang masuk ke dalam tubuh manusia, mulai lewat polusi udara/air hingga bahan pengawet makanan macam borak (borax/boraks) dan formalin. Namun, riset juga menyatakan bahwa klorofil murni yang terkena proses pengolahan (dimasak) akan rusak fungsi utamanya. Klorofil yang terolah tersebut akan sulit diserap oleh tubuh manusia, bahkan sebagian besar akan terbuang dalam sistem pembuangan. Lalu haruskah kita mengkonsumsi klorofil / sayuran mentah ? Suatu hal yang semakin absurd di dunia modern seperti sekarang.
sumber :